Senin, November 09, 2009

i luv my country...but..

Budaya Malu...

Masih adakah??
Ini pertanyaan ketika 2 mingguan ini saya menonton berita di semua stasiun Tv, apalagi kalau bukan kasus tentang KPK dengan 'cicak dan buaya'nya.
Pemberitaan yang mencoreng wajah hukum negeri ini, dan hukum yang bisa digadaikan, dibeli dengan cara menjijikan.
aib2 dan boroknya penegak hukum dinegeri ini lambat laun menguak.
Banyaknya MARKUS (makelar kasus) saya pikir makelar..buat jualan tanah aja???

Rakyat disuguhkan drama konspirasi tingkat tinggi dalam sejarah republik ini.
Kejaksaan, kepolisiian, dan lembaga KPK, KPK yang lahir karena bentuk dari ketidakpuasan rakyat, dengan korupsi yang merajalela dinegeri ini.

Wajah negeri ini tercoreng, negara paling korupp..tidak kah itu memalukan, dan lebih memalukan lagi, ini adalah negara yang mayoritas penduduknya muslim, semakin buruklah citra itu terbangun...

Bola panas menggelinding...
rakyat dibuat gemas dengan tingkah laku para petinggi negeri, ketika tuduhan mengarah kepadanya, dan lalu mereka sibuk 'membersihkan' citra dirinya dengan wawancara TV memperlihatkan keharmonisan keluarga bahagia.oooooohhhh

Dan ketika koruptor dijadikan tersangka..lalu tiba2 sakit dan opname di rumah sakit.oooooo drama picisan semua.

Sampai kapan coba.
Rakyat sudah muakkk, saya juga muakkk
mungkin tidak semua polisi sebusuk itu, mungkin tidak semua jaksa sebusuk itu, karena ulah manusia2 yang tidak amanah dengan jabatannya itu, institusi yang terhormat itu rusak dan rusaak.

Ibarat sebuah keluarga: ada pertikaian antar saudara, demi sebuah tujuan yang entah itu apa, bahkan dia rela keluarganya hancur agar tujuannnya tercapai..

Ibu pertiwi menangis pilu..ohhh negeri yang bak sempalan surgawi dimuka bumi, dipimpin oleh panglima2 neraka.., akan jadi apa negeri ini..tenggelam dalam kemunafikan, kehancuran..,

Untuk Cerai Pernikahan Antar Negara Butuh Rp 3 Milyar

>>>>>>>>>>>mikir dulu deh kalau mau nikah sama orang saudi.., buat kemungkinan buruknya mahal amat:D kualitas lokal juga ga kalah saing kok...wehhh maksudnya apa toh:)


Hidayatullah.com—Perceraian Saeed Al-Shahrani dengan Nathalie Morin asal Kanada, kini harus diselesaikan dengan imbalan sekitar 300.000 USD atau Rp 3 Milyar.

Al-Shahrani dilaporkan bersedia menceraikan istrinya, memberikan hak asuh tiga anak mereka kepada istri dan membiarkan mereka meninggalkan negara dengan imbalan tersebut.

Menurut seorang perwakilan Kementerian Luar Negeri Kanada, Al-Shahrani membuat tawaran itu pada 22 September pada pertemuan di Dammam dengan pejabat konsuler Kanada. Ibu Morin, Johanne Durocher yang tinggal di dekat Montreal, mengutuk permintaan itu. Johanne berusaha mengembalikan anak perempuan dan cucu-cucunya ke Kanada dengan berbagai cara.

Kementerian Luar Negeri Kanada menolak untuk terlibat persoalan keluarga tersebut. Menurut Kemlu Kanada yang dikirim lewat email ke Durocher, permintaan Al-Shahrani itu legal dalam hukum Saudi.

Hukum Saudi menyatakan bahwa jika seorang wanita ingin bercerai tetapi suami menolak, maka dia harus membayar suaminya dengan jumlah yang disepakati keduanya untuk melepaskan dirinya dari kontrak pernikahan.

Kasus ini sempat dibahas Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Saud Al-Faisal dan Menlu Kanada, Lawrence Cannon, di Riyadh bulan lalu. Menurut Pangeran Saud, hal itu masalah keluarga yang negara tidak bisa mencampuri.

Keluarga Durocher mengatakan kepada Arab News edisi Ahad, 8 November hari ini, bahwa angka 300.000 USD adalah jumlah yang mustahil baginya untuk didapat.

"Aku tidak punya uang sebanyak itu dan Saeed tahu aku tidak memilikinya. Jadi, ia meminta pemerintah Kanada untuk membayar jumlah itu, bukan aku. "

"Jika saya dapat mengirim pesan ke pemerintah Saudi, aku akan meminta agar mereka membantu kita dengan membayar 300.000 USD yang diminta karena ini adalah satu-satunya cara yang membuat kisah pernikahan putriku bisa berakhir," katanya. [ihj/www.hidayatullah.com]

menelusuri jl sudirman...sampai pulang ke rumah

PAGI.............
wah ga kerasa.., udah jarang saya nulis blog lagi, nyuri2 waktu di sela kerjaan yang belum banyak lagi:)
MInggu 8 november, ada acara di HI, aksi simpatik untuk KPK, tadinya sih ga niat datang, rencana hari minggu itu saya mau pulang kerumah, tapi masih pagi...dan dengan naik busway meluncurlah kesudriman.

Acaranya lumayan ramai diminggu pagi itu, ada panggung depan hotel indonesia, orasi2 dan berbagai gelak tawa karena hostnya waria..lumayan hiburan pagi-pagi.

Karena belum sarapan, dan untungnya banyak tukang dagang berjejeran tinggal pilih menu sarapannya...hahaha gila ya ditengah kota udah kayak ada pasar kaget..rame. Kalo hari kerja pastinya ga boleh tuh:)menu pagi itu laksa.

Tadinya ga niat pulang ke rumah, tapi keponakan telpon terus, sebelum pulang mampir dulu ke wisna nusantara, tempat biasanya syuting 'apa kabar indonesia' itu lho, kru2nya lagi sibuk beres2.., saya mampir ke wisma itu untuk ke gerai Atm saja.

Dan baru nyadar..., atm saya hilang dari dompet.Mati dah..agak sdikit panik, lalu mengingat2 kembali..aduhhh bener2 lupa, mau ga mau saya jebol tabungan saya, demi bawa oleh2 kerumah.

Saya cuma 4 jam pulang kerumah, numpang tiduran bentar dikamar, kamar yang selalu dibersihkan tiap saya datang, menyambut si anak hilang^_^ i luv mom

sore hari saya balik lagi ke jakarta, naik krl ciujung, **sialnya jadwal keberangkatan kok pas maghrib..gimana toh KAI??
untungnya sih nyampe stasiun tujuan, maghribnya masih keburu walau mepet,
saya mampir sholat dimasjid dekat stasiun sampai nunggu isya.

ehmm ini nih...
masjidnya...megahhhh tapi yang sholat sedikit.
Bahkan di bagian shaf perempuan..cuma saya satu2nya wanita dewasa sisanya anak2 semua..
ramainya hanya waktu2 tertentu..sedih saya kalau lihat masjid bagus2 tapi yang sholat jamaahnya sedikit sekali.
Lalu saya mikir..flashback ke siang harinya, waktu saya hendak pulang dari sudirman ke rumah, naik bis, ada petugas panitia sumbangan masjid, katanya untuk pembangunan masjid ini di daerah ini...,
masjid terus dibangun dimana-mana, akan tetapi jika yang sholatnya sediit bahkan nyaris tidak ada, untuk apa...
hanya simbolisasi agama saja kah..., yang penting sholatnya bukan seberapa megahnya itu masjid berdiri..

ini cerita saya hari minggu kemarin:)

Sabtu, November 07, 2009

nourdeen wildeman...story

Nourdeen Wildeman bukan tipikal orang yang mau menceritakan ikhwal dirinya masuk Islam. Karena ia malas menjawab pertanyaan-pertanyaan standar seperti, bagaimana ia masuk Islam, mengapa ia masuk Islam, apa reaksi orang tua dan pertanyaan sejenis yang membuatnya bosan.

Ia bahkan mengaku sering "kaget" jika ada Muslim yang bertanya mengapa ia masuk Islam. Dan jawaban yang selalu ia ucapkan adalah,"Well, Islam adalah satu-satunya agama yang benar, ingat?". Tapi sesungguhnya, Wildeman mengaku ia sendiri tidak tahu mengapa memutuskan masuk Islam. Semuanya terjadi begitu saja ... bukan karena ia sedang gelisah mencari kehidupan yang sebenarnya atau sedang mencari Tuhan. Tapi keputusan besar itu berawal ketika ia pergi ke sebuah toko buku antara tahun 2003-2004.

"Saya masuk ke sebuah toko buku, tapi tidak tahu buku apa yang ingin saya beli. Waktu itu saya cuma ingin membaca, dan saya berminat pada buku-buku sejarah, filosofi dan sosiologi yang dijual di toko tersebut," tutur Wildeman mengawali kisahnya.

"Lalu ada sebuah buku berwarna hijau yang menarik perhatian saya, berjudul 'Islam; Values, Principles and Reality'. Saya pegang buku itu, saya lihat-lihat isinya, dan akhirnya saya menyadari bahwa saya cuma tahu sedikit tentang orang Islam tapi tidak tahu apa yang mereka yakini," sambungnya.

Wildeman memutuskan membeli buku itu, untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam, apalagi saat itu Islam dan Muslim sedang menjadi bahan pemberitaan media massa dan mempengaruhi masalah internasional di dalam dan di luar Belanda.

Wildeman yang asal Negeri Kincir Angin itu mengakui, sebelum belajar banyak tentang Islam, ia memiliki pandangan yang negatif tentang Islam. Ia pernah punya pemikiran, bagaimana seorang Muslim mengaku sebagai orang yang beragama tapi pada saat yang sama ia menindas isterinya sendiri. Wildeman juga mengaku tak habis pikir, mengapa umat Islam "menyembah" batu berbentuk kubus di Makkah (Ka'bah) padahal batu atau patung tidak punya kekuatan atau bisa membantu manusia. Ia juga menganggap Muslim tidak toleran dengan penganut agama lain.

Setelah buku pertama yang ia beli, Wildeman membaca buku-buku lainnya tentang Islam bertahun-tahun kemudian dan ia mengaku terkejut bahwa apa yang selama ini ia pikirkan adalah bagian dari ajaran Islam dan apa yang selama ini ia kritisi juga dikritisi dalam Islam.

"Saya menemukan dalam Islam bahwa Rasulullah Muhammad Saw berkata, ketaqwaan seseorang bisa terlihat dari bagaimana seseorang itu memperlakukan isterinya. Saya juga menemukan bahwa umat Islam tidak menyembah Ka'bah karena umat Islam justeru tidak boleh menyembah patung dan sejenisnya. Dan saya menemukan, peradaban Islam dalam seluruh sejarahnya, mencontohkan toleransi antar umat beragama," papar Wildeman.

Sayangnya, di lingkungan tempatnya tinggal tidak ada kegiatan dakwah Islam dimana ia bisa langsung berdialog dan bertanya tentang Islam. Pada bulan Ramadhan, Wildeman memutuskan untuk menemui rekan-rekan kerjanya yang Muslim dan mengatakan pada mereka bahwa ia akan ikut berpuasa. Wildeman juga membeli al-Quran dan mencari jadwal imsakiyah di internet.

Saya membawa susu dan kurma ke tempat kerja dan menjelaskan bahwa itu adalah sunnah Rasul. Saya belajar banyak saat bulan Ramadhan itu juga rekan-rekan Muslim lainnya. Kami melewati bulan Ramadhan dengan kegiatan yang menyenangkan. Dan saat idul fitri bagaimana hari pemakaman buat saya, tapi setelah itu semuanya kembali normal," ujar Wildeman menggambarkan kesedihannya saat Ramadan berakhir.

'Alhamdulillah, Akhirnya ...'

Usai Ramadan, Wildeman membayarkan zakatnya ke sebuah masjid. Itulah pertamakalinya ia bertemu dengan bendahara masjid yang menanyakan apakah ia seorang Muslim dan Wildeman menjawab bahwa ia bukan seorang Muslim tapi ia ikut puasa bulan Ramadan lalu.

Wildeman terus menggali informasi tentang Islam dari buku-buku, terutama yang ditulis dari kalangan non-Muslim seperti penulis Karen Amstrong. Wildeman merasakan, setiap pertanyaan yang muncul di kepalanya, selalu ia temukan jawaban yang meyakinkan dalam ajaran Islam.

Tak terasa, Ramadan kembali datang dan ia bertemu lagi dengan bendahara masjid yang sama ketika membayar zakat. Si bendahara bertanya lagi apakah saya sudah Muslim. "Saya menjawab "Belum. Tapi bukankah Anda bilang supaya saya tidak terburu-buru dan santai saja?" Si bendahara mengangguk sambil tersenyum.

Sejak mengenal Islam, Wildeman pelan-pelang menghentikan kebiasaannya minum minuman keras dan merokok. Saat liburan, Wildeman berkunjung ke Turki dan melihat-lihat bagian dalam masjid-masjid besar di negara itu. "Seiring bertambanya hari, saya makin merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan saya," tukasnya.

Lewat sebuah situs jejaring sosial yang populer di Belanda 'Hyves', Wildeman berkenalan dengan seorang muslimah mualaf. Ia lalu diundang makan malam dan bertemu dengan suami muslimah tadi, seorang Muslim yang taat kelahiran Mesir.

Sepanjang makan malam, mereka berdiskusi tentang Islam. Di pertemuan kedua, Wildeman belajar salat dari keluarga itu dan ketika istirahat sebentar. Suami muslimah tadi yang kemudian menjadi sahabatnya bertanya,"Nah, apakah kamu sudah siap melakukannya (salat)?"

"Ya, saya pikir saya siap," jawab Wildeman.

Ketika itu Wildeman merasa sudah menjadi seorang Muslim, cuma ia belum bersyahadat saja. Dua minggu setelah belajar salat, Wildeman beserta ayahnya dan sahabatnya itu mendatangi sebuah masjid. Imam masjid sudah diberitahu apa maksud kedatangannya.

Imam itu menuntut Wildeman untuk mengucapkan syahadat. Setelah itu membacakan doa untuk Wildeman yang hari itu resmi menjadi seorang Muslim. "Mendengar isi doa itu, saya seperti habis berlari bermil-mil dan sekarang sudah mencapai garis finish. Saya merasa tenang dan bahagia," ujar Wildeman yang diberi nama Islam, Nordeen.

Dan ketika ia mendatangi masjid yang biasa ia kunjungi untuk membayar zakat, ia bertemu lagi dengan bendahara masjid yang sama dan melontarkan pertanyaan serupa apakah ia sudah menjadi seorang Muslim.

Wildeman menjawab sambil tersentum,"Ya Pak, saya seorang Muslim dan nama saya Nourdeen."

Dan si bendaharawa dengan senang berkata,"Alhamdulillah, akhirnya ...". (ln/readislam)

Senin, November 02, 2009

its my life

Apa kabar......

Kemarin hari minggu, saya tidak pulang ke rumah, rasanya malas.
Lalu saya putuskan untuk tetap dikost, sendiri.
Malam minggunya, saya sendiri jalan ke mall citraland, sedikit shopping keperluan bulanan di hero, untung gaji november sudah masuk, masih suntuk., Tapi saya belum bayar kost dan Lia, mungkin hari ini saya lunasi semua.

Hari minggu pagi, saya beres2 kamar kost yang mungil itu, rasanya tiap waktu barang di kamar nambah banyak, jadi terlihat sumpek, kamar yang ukurannya tidak seberapa besar itu, jadi terlihat menyesakkan, setelah saya tambah barang dikamar dengan membeli bedcover. Terlalu nyaman tidur dengan bedcover, membuat saya tidak bisa bangun tahajud..uhhhh payahhh, lho kok malah nyalahin bedcovernya??? atau alarm yang tidak berbunyi keras???

entah lha, lagian juga jam tidur saya tidak jelas, kadang jam 12 malam baru tidur. seharusnya jam 9 malam saya harus tidur biar bisa bangun untuk tahajud.

Saya...
kadang suka merasa, bisa menanggung beban hidup sendirian, tapi terkadang ga bisa.
Tapi setiap masalah yang datang bisa menjadi ujian yang maha hebat dan pelajaran yang berharga.
Dari usia 12 tahun saya sudah belajar mandiri dan memutuskan apapun sendiri. Saya tidak terbiasa hidup bersama dengan keluarga inti saya. Ketika pulang kembali ke rumah setelah 9 tahun menuntut ilmu di jogja, rasanya juga janggal saya kembali ke rumah.., hingga akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di luar rumah lagi.
Alhamdulilah kedua orangtua saya cukup pengertian dan mengerti siapa anaknya ini.

saat ini saya ingin menulis, disela2 pekerjaan kantor..,
saya harus belajar untuk bisa memaafkan orang yang menyakiti saya..
berat..tapi harus.., ini pembelajaran pemikiran dan kedewasaan saya
ya rabb..

Senin, Oktober 26, 2009

..................cry....

Terkadang saya ingin pergi jauuuuuuuuuuuhhh, jauh dari orang yang hanya bisa menyakiti saya, saya tidak ingin orang membenci saya.
Saya engga ngerti, kalau dia bukan saudara kandung, mungkin saya ingin melaporkannya ke polisi, pasal penganiyaan atau apalah.

Rasanya stok sabar saya masih belum cukup, menghadapi orang gila itu, berkali-kali dan tidak henti-henti, ibu, bapak mengingatkan dia agar sholat...susahnya masyaalloh.., saya yang harus ikut menopang beban keluarga juga, saya yang hanya pulang seminggu sekali untuk melepas kangen dengan keluarga lalu menjadi tempat curhat mereka, justru saya lha yang paling dibenci. Saya tidak pernah diberlakukan kasar secara fisik, dan itu sangat menyakitkan, orangtua tidak pernah mengajarkan kekerasan tapi kenapa dia segila itu..

Rabb..terkadang saya merasa sendiri melalu ujian ini..

sad...

Sad..im sad...
Entah lha rasanya gimana
Mungkin ini ujian terberat dalam hidup saya, masalah datang hantam menghantam.., rasanya sakit.
Sakit fisik mungkin bisa diobati, tapi hati.

Semalam, entah karena angin apa, hanya gara-gara mengambil remote TV, kakak saya yang tempramen itu menampar dan menendang saya, saya bingung masalahnya apa?? dia bilang saya ga sopan, ga menghargai dia?? ..Rabb apa lagi ini,

Dia sangat benci saya, entah alasannya apa.
Dirumah dia adalah sumber segala masalah,
Berkali-kali ibu saya darah tinggi, bapak saya sakit karena dia, berkali-kali dia durhaka pada mereka, lalu salah saya dimana.., karena saya hanya membela ibu saya agar tidak disakitinya, silahkan dia tampar saya sepuasnya, membunuh sayapun tidak apa, asal jangan menyakiti ibu saya..., saya menangis..menangis untuk sesuatu yang begitu berat ini.

Saya belum pernah disakiti begitu rupa, bahkan bapak saya yang galak itu pun mengharamkan tangannya untuk memukul anaknya, dia siapa...!!
Rabb..., saya takut laknatMu akan datang pada dia.

Semarah-marahnya saya, saya masih menghargainya sebagai kakak saya, tapi dia.., dia lebih suka saya menderita, entah apa yang ada diotaknya, begitu cemburunya dengan kehidupan saya..yang selalu dijadikan kambing hitam olehnya,

Saya cuma takut azab Alloh Akan datang..., beban ini benar2 tidak bisa saya pendam lagi..saya udah pasrah..apapun yang terjadi dalam kehidupan saya...